Just another WordPress.com weblog

untuk dibaca

Analisa Pengaruh Sudut Masuk Terhadap Jumlah sudu Pada Sudu Pompa Sentrifugal

BAB I

                                      PENDAHULUAN

 

 

1.1              Latar Belakang

Penggunaan pompa sentrifugal banyak digunakan pada proses pengolahan air bersih (air minum), proses pemurnian air pada suatu pembangkit listrik, dan disribusi air didalam sistem di dunia industri. Para Peneliti dan designer telah banyak melakukan penelitian pada pompa sentrifugal terkait masalah kinerja pompa sampai kepada material yang digunakan, bahkan dari komponen yang kecil sampai ke komponen / perangkat yang besar.

Pompa mempunyai berbagai macam jenis dan klasifikasi sesuai dengan kebutuhan pada aplikasi lapangan. Jenis pompa yang sering digunakan untuk memindahkan fluida tak mampu mampat ini adalah pompa sentrifugal, walaupun pompa sentrifugal memiliki berbagai klasifikasi namun secara umum  prinsip cara kerja pompa sentrifugal adalah sama.

Menurut W. M. Rumaherang (2008) “perhitungan aliran dan peramalan karakteristik pompa sentrifugal bertingkat dengan penggunaan CAD blade’s system” adalah: karakteristik pada perhitungan teoritis harus sama  atau sangat dekat ke karakteristik praktek dan hasil pengujian di laboratorium. Dimana pengaruh parameter – parameter hidrodinamika disisi masuk, sudu – sudu impeller, diffuser, sudu pengarah dan sisi keluar menentukan karakteristik pompa, sehingga dalam perencanaan pompa sentrifugal, masalah yang terpenting adalah konstruksi geometri impeller. Dan masalah ini dapat diselesaikan melalui ketetapan perhitungan hidrodinamika pada proses desain, pabrikasi dan pemasangan pompa.

Pompa sentrifugal yang digunakan sebagai alat transformasi fluida cair ini memiliki komponen yang disebut impeler. Impeler dilengkapi dengan sudu-sudu pompa mempunyai pengaruh yang sangat vital pada kinerja pompa. Seperti jumlah sudu dan pengaruh sudut masuk dan keluar pada sudu pompa sentrifugal. Sehingga dengan menentukan sudut masuk dan keluar pada sudu pompa, akan diperoleh jumlah sudu yang tepat sehingga akan mempengaruhi kinerja perpindahan fluida cair yang dipompakan, untuk menghasilkan kapasitas pompa yang lebih baik.

Menurut Dwi Aries Harmanto (2003) “pengaruh jumlah sudu impeller terhadap unjuk kerja pompa sentrifugal” yang melakukan penelitian dengan menggunakan empat buah pompa impeller semi terbuka yang memiliki jumlah sudu yang berbeda – beda dan menyimpulkan bahwa kenaikan jumlah sudu impeller menyebabkan kenaikan unjuk kerja pompa, dan pengurangan jumlah sudu berakibat pada turunnya unjuk kerja pompa.

 

1.2       Perumusan Masalah

Pada umumnya setiap pompa sentrifugal mempunyai impeler yang dilengkapi sudu pompa dengan sudut masuk yang bervariasi. Beberapa jenis sudut masuk pada pompa setrifugal ini akan menentukan jumlah sudu pada impeler. Penentuan jumlah sudu ini berpengaruh terhadap kinerja impeler dimana jika jumlah sudu itu tidak tepat, maka kinerja impeler tidak optimal seperti jumlah sudu yang besar, maka akan terjadi persempitan lubang laluan dan kerugian-kerugian gesekan. Sebaliknya jika jumlah sudu kecil maka sudu tidak mempunyai antaran yang baik pada zat cair. Maka dengan penentuan jumlah sudu yang tepat akan mempunyai pengaruh yang besar terhadap kerja pompa untuk menghasilkan kapasitas yang optimal.

 

1.3              Batasan Masalah

Pembahasan utama pada analisa pengaruh sudut masuk terhadap jumlah sudu pada sudu pompa sentrifugal ini mencakup pembahasan yang luas. Untuk menghindari ketidak-teraturan pembahasan dan mengingat luas nya pembahasan disertai dengan keterbatasan kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki penulis, maka pada tugas sarjana ini penulis membatasi masalah pada :

1.  Perhitungan ukuran-ukuran impeler

a)  Sisi masuk impeler

b)  Sudut sisi masuk ( ) 18° , 20° , dan 25° .

2.  Perhitungan Sudu-sudu

a)  Jumlah sudu-sudu

b)  Tebal sudu

3.   Efisiensi ()

 

1.4              Tujuan

Adapun tujuan dari pengangkatan judul tugas sarjana ” Analisa pengaruh sudut masuk terhadap jumlah sudu pada sudu pompa sentrifugal ” adalah :

1.4.1.  Untuk memperkenalkan lebih spesifik bentuk sudu pompa.

1.4.2.  Memberikan gambaran untuk menganalisa sudu pompa sentrifugal.

1.4.3.  Untuk memperoleh jumlah sudu yang tepat sehingga dapat meningkatkan kapasitas dan efisiensi dari pada kerja pompa.

(more…)


Tips Memilih Organisasi

Memasuki dunia organisasi tentu akan banyak menambah pengalaman dan informasi. Namun sebelum masuk organisasi baik itu di sekolah, kampus dan tempat bekerja harus di selidiki dulu bagaiman organisasi tersebut. Karena sedikit banyak organisasi dapat mempengaruhi pola pikir seseorang. Berikut tips memilih dan masuk organisasi:
1. Pelajari visi dan misi organisasi tersebut.
2. Pilih organisasi sesuai dengan kemampuan dan minat Anda.
3. Siapkan fisik dan mental Anda.
4. Carilah organisasi yang benar dan tidak menjerumuskan Anda pada hal-hal negatif.
5- Carilah posisi yang strategis dalam organisasi sesuai dengan kemampuan Anda.
6- Bersikap komunikatif.
7. Berikan ide-ide kreatif.
8. Patuhi aturan dalam organisasi

(more…)


Akankah Kita Seperti Dia….????

Alkisah sepasang burung elang yang yang telah di tembak mati oleh pemburu, meninggalkan sebutir telur di sarang nya, pada semak yang tak seberapa jauh dari sebuah kandang ayam.

Suatu ketika, saat seekor induk ayam yang sedang mengerami telornya sedang keluyuran pada sore hari, menemukan sebutir telur pada semak tersebut, yang tak lain dan tak bukan adalah telur elang yang kedua orang tua nya telah terbunuh oleh pemburu.

Dengan penuh rasa iba dan naluri keunggasan, induk ayam tersebut membawa pulang telur itu kekandangnya…

detik terus berganti, hingga hari pun terus berganti.

Alhasil telor itu pun menetas hingga akhirnya bersama dengan telur-telur ayam yang lainnya, Dan di besarkan dengan penuh kasih sayang oleh induk ayam itu hingga mereka dewasa,

Dan tak bisa di elakkan lagi, Bahwa seekor anak elang yang punya takdir menjadi elang,

Tapi karena terlahir di keluarga ayam, Dy pun besar seperti ayam, mengais seperti ayam, dan berkokok layak nya seekor ayam.

Tiba di suatu masa dimana sebuah jalan untuk menuju kearah sebuah kebenaran yang telah disisa-siakan, ketika sekelompok penguasa angkasa pada masa itu yang tak lain dan tak bukan adalah sekelompok elang yang sedang mencarai mangsa menyerang kampung ayam itu.

Dan seketika itu juga, Seluruh para penghuni kampung tersebut lari kocar kacir mencari tempat persembunyian agar tidak di mangsa oleh elang, kecuali anak elang yang di besarkan ditengah-tengah keluarga ayam tersebut, dia merasa takjub melihat kearah angkasa dia merasa heran kenapa ada makhluk yang sedemikian rupa yang bisa mengangkasa dan tak bisa dijangkau.

Tapi sayang….

Di tengah ketakjubannya tersebut dia diteriaki oleh para sesepuh kampung ayam agar segera mencari tempat untuk berlindung agar tidak di mangsa oleh para elang-elang tersebut, sembari lari untuk mencari tempat persembunyiannya dia secara tak sengaja merentangkan kedua sayap dan meraasa takjub kepada bagian tubuh nya tersebut yang sangat mirip dengan bagin tubuh mereka yang sedang menyerang kampung ayam tersebut..

Akan tetapi ketika dia melakukan hal tersebut tk kali kedua di tempat dia bersembunyi bersama ayam-ayam yang lain, ia di cemooh oleh ayam-ayam yang lain mereka mangatakan,

“kamu itu adalah ayam, yang lahir sebagai ayam,dan akan mati tetap menjadi ayam pula”

Dan sayang nya anak elang tersebut meyakini akan hal tersebut dan tetap beranggapan bahwa dia adalah seekor ayam.

Dan hingga akhir hayat nya..

Seekor anak elang yang ditakdirkan menjadi elang, tapi tak akan pernah bisa jadi elang karena keyakinannya yang berbeda dengan takdirnya, hanya karena dia terlahir di kalangan ayam, dan besar diantara ayam-ayam dan melakukan kegiatan-kegiatan ayam, hingga menutup potensi-potensi dirinya yang sebenarnya,bahkan sampai mati pun dia tetap mengaku ayam, betapa malang nasib nya…

Walaupun hidup itu pilahan

Kawan…

Akankah aku dan kalian juga akan terilustrasikan menjadi seekor elang yang mengaku seekor ayam hingga akhir hayat nya……?????

Jalan hidup itu pilhan kawan

akan seperti ini

atau yang seperti ini


Bayang Bayang

Si Dali bukan orang biasa. Sudah jadi tokoh. Bahkan tokoh luar biasa. Hidupnya selalu dalam cahaya yang bersinar terang. Gemerlap dengan warna-warni yang aduhai indahnya. Lebih dari pelakon utama di atas panggung sandiwara. Karena pelakon Julius Casar, atau King Lear, atau Macbeth hanya gemerlap pada sebatas bidang panggung. Apalagi bila layar panggung telah turun atau di luar gedung sandiwara para pelakon kembali jadi manusia biasa. Adakalanya mereka menjadi seperti orang kere yang selesai melakonkan Gatotkaca pada wayang wong masa lalu.Sedangkan Si Dali berada seperti pada panggung dunia yang tak lagi dibatasi oleh sepadan negara. Kata orang, Si Dali jadi begitu karena dia tidak pernah hidup dalamkegelapan. Kegelapan malam maupun kegelapan siang. Artinya dia hidup selalu dalam terang benderang, penuh cahaya. Makanya Si Dali terus diiringi bayang-bayang. Bayang- bayang yang banyak. Ada yang pendek ada yang panjang, ada yang gemuk ada yang kurus. Tentu saja kemanapun dia pergi selalu diiringi bayang-bayang. Karena memang bayang-bayang itu bayang- bayangnya sendiri. Sebagai bayang-bayang, bayang-bayang itu senantiasa meniru apa saja yang dilakukan Si Dali. Baik Si Dali makan atau tidur, jalan-jalan atau berzina.

Tak sekalipun bayang-bayang itu terpisah dari dia. Dan Si Dali yakin benar, bayang- bayang itu ada karena dia.

Tanpa dia, bayang-bayang itu semua sirna. Karena itu semua bayang-bayang memerlukannya. Sangat memerlukannya. Berbeda dengan orang lain, yang tidak pernah peduli dengan bayang- bayangnya sendiri. Karena mereka suka hidup bergelap-gelap di tempat gelap. Seolah-olah bayang-bayang tidak menjadi makhluk penting. “Bayangkan”, kata Si Dali pada bayang- bayangnya sendiri ketika dia lagi nongkrong di closet: “Jenis manusia apa yang hidup tanpa bayang-bayang, selain manusia gelap yang suka bergelap-gelap?”

Si Dali juga membiarkan bayang-bayang menirukan dengan amat persis apa saja yang dilakukan Si Dali. Apa salahnya bilamana semua bayang-bayang itu meniru apa yang dilakukannya. Karena peniruan tidak merugikannya. Bagaimana pun persisnya peniruan itu, satu hal yang tidak akan diperoleh bayang-bayang, yaitu serba kenikmatan yang

diregup Si Dali. “Tirulah oleh kalian serba apa yang aku lakukan, tapi jangan coba-coba

berkhayal akan ikut menikmati apa yang aku regup. Karena serba kenikmatan bukan

hak kalian. Itulah adalah aksioma.”

Kegemerlapan hidup Si Dali yang terang-benderang itu sampai juga ke telinga istana.

Lalu raja memanggil perdana menteri dan menanyainya.

“Benar, Paduka.” jawab perdana menteri, yang tahu benar kemana ujung ceritanya.

“Bunuh dia.” perintah raja.

Setelah merenung perdana menteri berkata: “Apa Paduka tidak ingin melihat lebih

dulu macam apa Si Dali itu?”

“Kalau begitu tangkap dia. Bawa kesini.” kata raja. “Membunuh dan menangkap orang

memang kekuasaan Paduka. Tapi jika dia dibunuh atau ditangkap, dia akan jadi lebih

besar dari kadarnya. Dia akan menjadi mitos sejarah. Dengan mitos itu rakyat terbius

untuk berdemonstrasi. Bayangkan, Paduka. Demosntrasi masa ini biadabnya bukan

main.” (more…)