Just another WordPress.com weblog

Akankah Kita Seperti Dia….????

Alkisah sepasang burung elang yang yang telah di tembak mati oleh pemburu, meninggalkan sebutir telur di sarang nya, pada semak yang tak seberapa jauh dari sebuah kandang ayam.

Suatu ketika, saat seekor induk ayam yang sedang mengerami telornya sedang keluyuran pada sore hari, menemukan sebutir telur pada semak tersebut, yang tak lain dan tak bukan adalah telur elang yang kedua orang tua nya telah terbunuh oleh pemburu.

Dengan penuh rasa iba dan naluri keunggasan, induk ayam tersebut membawa pulang telur itu kekandangnya…

detik terus berganti, hingga hari pun terus berganti.

Alhasil telor itu pun menetas hingga akhirnya bersama dengan telur-telur ayam yang lainnya, Dan di besarkan dengan penuh kasih sayang oleh induk ayam itu hingga mereka dewasa,

Dan tak bisa di elakkan lagi, Bahwa seekor anak elang yang punya takdir menjadi elang,

Tapi karena terlahir di keluarga ayam, Dy pun besar seperti ayam, mengais seperti ayam, dan berkokok layak nya seekor ayam.

Tiba di suatu masa dimana sebuah jalan untuk menuju kearah sebuah kebenaran yang telah disisa-siakan, ketika sekelompok penguasa angkasa pada masa itu yang tak lain dan tak bukan adalah sekelompok elang yang sedang mencarai mangsa menyerang kampung ayam itu.

Dan seketika itu juga, Seluruh para penghuni kampung tersebut lari kocar kacir mencari tempat persembunyian agar tidak di mangsa oleh elang, kecuali anak elang yang di besarkan ditengah-tengah keluarga ayam tersebut, dia merasa takjub melihat kearah angkasa dia merasa heran kenapa ada makhluk yang sedemikian rupa yang bisa mengangkasa dan tak bisa dijangkau.

Tapi sayang….

Di tengah ketakjubannya tersebut dia diteriaki oleh para sesepuh kampung ayam agar segera mencari tempat untuk berlindung agar tidak di mangsa oleh para elang-elang tersebut, sembari lari untuk mencari tempat persembunyiannya dia secara tak sengaja merentangkan kedua sayap dan meraasa takjub kepada bagian tubuh nya tersebut yang sangat mirip dengan bagin tubuh mereka yang sedang menyerang kampung ayam tersebut..

Akan tetapi ketika dia melakukan hal tersebut tk kali kedua di tempat dia bersembunyi bersama ayam-ayam yang lain, ia di cemooh oleh ayam-ayam yang lain mereka mangatakan,

“kamu itu adalah ayam, yang lahir sebagai ayam,dan akan mati tetap menjadi ayam pula”

Dan sayang nya anak elang tersebut meyakini akan hal tersebut dan tetap beranggapan bahwa dia adalah seekor ayam.

Dan hingga akhir hayat nya..

Seekor anak elang yang ditakdirkan menjadi elang, tapi tak akan pernah bisa jadi elang karena keyakinannya yang berbeda dengan takdirnya, hanya karena dia terlahir di kalangan ayam, dan besar diantara ayam-ayam dan melakukan kegiatan-kegiatan ayam, hingga menutup potensi-potensi dirinya yang sebenarnya,bahkan sampai mati pun dia tetap mengaku ayam, betapa malang nasib nya…

Walaupun hidup itu pilahan

Kawan…

Akankah aku dan kalian juga akan terilustrasikan menjadi seekor elang yang mengaku seekor ayam hingga akhir hayat nya……?????

Jalan hidup itu pilhan kawan

akan seperti ini

atau yang seperti ini

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s